Posted by : Muhammad Gaddafi Kamis, 21 April 2011

       Tentunya agan-agan tidak asing dengan yang namanya Kartini khan!Beliau adalah sosok wanita yang begitu populer di Indonesia melebihi artis Ibukota. Hehehe….Coba agan lihat, tak ada hari peringatan artis ibukota, yang ada khan cuma hari peringatan Kartini!

       Memiliki nama lengkap Raden Ajeng Kartini ( Raden Ayu Kartini ) beliau lahir di Jepara pada tanggal 21 April  1879. Memulai sekolah di salah satu sekolah belanda kala itu, Beliau tumbuh menjadi sosok yang cerdas. Saat berumur 7 tahun, beliau bersekolah di Sekolah Kelas  Dua Belanda . Beliau begitu beruntung  karena keluarganya begitu mementingkan pendidikan bagi anak-anaknya.
      Setelah lulus dari sekolah dasar, beliau menjalani masa pingitan sesuai dengan tradisi Jawa pada saat itu. Pingitan merupakan tradisi yang  tidak memperbolehkan anaknya pergi ke luar rumah sebelum dipersunting seorang lelaki. Meski dalam pingitan, semangat beliau untuk memperoleh informasi sungguh luar biasa. Beliau pun memiliki kegemaran membaca, entah itu membaca buku ataupun surat kabar. Selain itu saat berada dalam proses pingitan, RA Kartini sering sekali menulis surat untuk teman-temannya yang bersekolah di Belanda. Surat-surat yang ia tulis berisikan tentang hal-hal yang ia alami selama proses pingitan dan beberapa pemikiran tentang yang ia alami pada saat itu.  Karena  beberapa  pemikiran tersebut akhirnya berdirilah sekolah Kartini.

       Berdirinya sekolah Kartini tak lepas dari peran suaminya yakni  Raden Adipati Joyodiningrat. Menikah pada tanggal 12 November 1903 tepatnya pada usia  24 tahun RA Kartini. Meski setelah menikah beliau mengikuti suaminya ke Rembang namun sang suami pun tak menghalangi apa yang diinginkan istrinya saat itu. Bahkan RA Joyodiningrat mendukung apa yang dicita-citakan RA Kartini saat itu. Karena itu sekolah kartini pun berkembang tidak hanya di sekitar daerahnya namun juga beberapa kota di Indonesia.
Anak pertama RA Kartini  yakni Raden Mas Soesalit lahir pada tanggal 13 November 1904 beliau melahirkan anak pertamanya. Namun  4 hari berselang beliau wafat di usia  25 tahun tepatnya tanggal 17 November 1904.  Setelah meninggal catatan-catatan yang ditulis oleh RA Kartini untuk teman-temannya di Eropa dikumpulkan oleh seorang Belanda bernama J.H Abendanon. Setelah dikumpulkan J.H. Abendanon membukukannya dan buku tersebut diberi judul “DOOR DUISTERNIS TOT LITCH” yang berarti Habis Gelap Terbitlah Terang.
        Meski berbagai kontroversi dan pro kontra menyelimuti mengenai sejarah Beliau pada jaman dahulu, hal itu tidak menjadi penghalang atas apa yang telah diberikan beliau pada  Negara ini.
Meski saya seorang laki-laki saya tetap menghargai apa yang telah dilakukan beliau. Dan agan-agan jangan berpikir kalo saya banci. Hehehe. Ingat pesan Bung KarnoBangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya “. Sekian gan, semoga bermanfaat. Kalo ada kekurangan mohon dikoreksi.
Hidup itu akan indah dan berbahagia apabila dalam kegelapan kita melihat sebuah cahaya terangRA Kartini
Selamat Hari Kartini

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Followers

- Copyright © 2013 DafiDF -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -